Metode SWOT

Pengunaan Metode SWOT Pada Perusahaan Palayaran

Perkembangan ekonomi akan mengakibatkan persaingan bisnis yang semakin ketat, untuk itu setiap perusahaan harus lebih maksimal dan selalu lebih berhati-hati dan dalam menjalankan perusahaan dalam memproleh profit / laba yang diharapkan oleh perusahaan, Dan dalam analisis SWOT ini saya memberikan contoh yakni analisis lingkungan Internal dan eksternal perusahaan dalam mendukung strategi persaingan dengan teknik analisis data mengunalan metode SWOT. Dan saya memberikan contoh pada bidang pelayaran / pengangkutan barang ke tempat tujuan. Dan pada tetentunya pihak manajemen mempunyai berbagai strategi dalam mempertahankan dan keberelangsungkan perusahaan, dalam hal ini tentu perusahaan mempunyai berbagai permasalahan ataupun siklus yang dihadapi pada perusahaan baik dalam persainganya, baik itu mengenai kekuatan, kelemahan, peluang maupun acaman yang dihadapi pada perusahaan tersebut, serta pemilihan strategi yang di ambil oleh perusahaan tersebut. Maka hal ini dapat diuraikan apa yang terdapat pada perusahaan tersebut:

A. Kekuatan

• Memiliki jaringan distribusi yang luas.
• Biasanya memiliki jaringan kantor yang luas yang ada ditiap negara atau propinsi (owner
repsesentative) yang khusunya melayani muatan ekspor-inpor.
• Strategi manajemen yang baik sebagai cermin perusahaan masih dapat bertahan lama.
• Memiliki banyak relasi / hubungan dengan perusahaan lain diberbagai negara.
• Banyak memiliki jaringan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang biasanya
mengunakan jasa pelayaran, dan biasanya perusahaan yang mengunakan jada angkut /
pelayaran adalah perusahaan-perusahaan besar atau sudah Go Publik.
• Jalinan kerja sama biasaya terikat dengan keparcayaan antara perusahaan dengan pihak
pelayaran.

B. Kelemahan
• Ketidak setabilan ekonomi akan mengangu kegiatan operasi pengiriman. Terutama akan
berdampak buruk pada biaya operasional, misalnya kenaikan BBM, Pajak, Bea culai, dan lain
sebagainya.
• Cuaca yang buruk akan menghambat pelayaran, dan proses pengangkutan tidak sesuai degan
kontrak yang telah disepakati.
• Perusahaan pelayaran harus mengikuti banyaknya peraturan yang ditetapkan oleh setiap negara
dalam memasuki wilayah/kawasan tersebut.
• Perusahaan harus mengikuti apa yang menjadi kebijakan dari masing-masing negara dalam
menjalankan kegiatan pelayaran tersebut.

C. Peluang
• Berkembangnya teknologi akan membantu perusahaan, yakni dengan adanya teknologi atau
kapal-kapal cepat yang baru akan memperoleh kemudahan dan membantu lebih cepat dalam
menjalankan aktivitas perusahan tersebut dalam hal pengiriman barang.
• Adanya dukungan kerjasama antara pihak penguna jasa pengiriman barang dengan perusahaan
pengangkutan barang sehingga dapat menjadi pelangan terus-menerus.
• Adanya saling ketergantungan antara penguna jasa dengan perusahaan pengankutan, yang akan
memberikan kontribusi dan keuantungan diantrara keduanya.
• Perusahaan baru yang baru berkembang dan telah Go pablik akan menjadi peluang baru untuk
menjadi pelangan dalam layanan pengangkutan barang.

D. Ancaman
• Munculnya ketidak percayaan antara pelangan dengan mengangkut barang akan menjadi dilema
kerja sama yang kurang baik.
• Munculnya perusahaan baru pada bidang pelayaran / panggkutan jasa yang baru akan menjadi
ancaman untuk perusahaan.
• Kebijakan pemerintah yang berubah-ubah akan menyulitkan perusahaan dalam beradaptasi.
• Adanya promosi dari perusahaan yang lain atau perusahaan baru yang berjenis sama dalam bidan
pelayaran.

Peluang / Opportunity (O)
Perkembangan teknologi dalam mempermuda pengangkutan.

Ancaman / Thwath (T)
Munculnya perusahaan baru baik lokal ,ataupun asing.
Kerja sama dengan perusahaan asing Keadaan perokonomian yang tidak stabil
Adanya dukungan kedua belah pihak Gencarnya promosi yang dilakukan oleh perusahaan pesaing

Kekuatan / Stregth
Memiliki jaringan distribusi yang luas

Strategi SO

Meningkatkan kualitas pelayanan untuk melepaskan kesan bahwa perusahaa-perusahaan lain dalam pelayaran kurang memuaskan.

Strategi WT
Menghindari pesaing langsung dengan perusahaan-perusahaan asing lain yang memiliki berbagai keungulan,terutama keunggulan teknologi dan modal.
Pengalaman dan kemampuan manajemen dalam bisnis perkapalan
Fasilitas yang lengkap dan produk jasa yang beragam.

Kelemahan / Weakness
Ketidak stabilan ekonomi yang mengancam kegiatan operasi.
Cuaca yang tidak dapat diprediksi sangat mengangu pelayaran.

Berdasarkan semua analisis tersebut di atas, dapat disusun berbagai “alternatif
strategi” yaitu :
a. Meningkatkan kualitas pelayanan untuk melepaskan image bahwa perusahaan perusahaan negara
lain memilki pelayanan yang kurang memuaskan.
b. Mempertahankan jalinan kerja sama yang baik dengan pihak asing.
c. Memperbaiki tekologi perkapalan dan juga dengan meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia
(SDM) yang profesional agar tidak kalah saing dengan perusahaan asing.
d. Sebaiknya perusahaan melakukan promosi agar perusahaan lebih dikenal.
e. Menghindari pesaing langsung dengan perusahaan-perusahaan asing yang memiliki berbagai
keunggulan, terutama keunggulan teknologi dan permodalan.

Dari alternatif strategi yang ada, maka “pilihan strategi” yang dapat dilakukan kedepanya antara lain:
1. Perusahaan harus mulai melakukan promosi tentang produk/jasa yang dihasilkan, agar konsumen
tidak hanya berasal dari pelanggan-pelanggan yang sudah ada tetapi juga dapat menarik
konsumen baru.
2. Mempertahankan jalinan kerja sama yang sudah terbangun dengan pihak asing, sekaligus
memperbaiki sistem teknologi dan sumber daya Manusia (SDM) sehigga perusahaan tetap axis
dalam bidang pelayanan penguna jasa kapal

Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
1. Analisis Internal perusahaan pelayaran meliputi:
 Kekuatan yang dimiliki antara lain: memiliki jaringan distribusi yang luas, pengalaman dan
kemampuan manajemen dalam bisnis perkapalan, memiliki fasilitas yang lengkap dan produk/jasa
yang beragam.
 Kelemahan yang dimiliki antara lain; Cuaca buruk yang tidak dapat dipastikan.
2. Analisis Eksternal meliputi:
 Peluang yang terjadi antara lain: Perkembangan teknologi dalam mempermudah proses
pengangkutan, Kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan pelayaran asing.
 Ancaman yang dihadapi antara lain; munculnya perusahaan pelayaran asing.dan munculnya
perusahaan pelayaran baru baik lokal maupun asing, gencarnya promosi yang dilakukan
perusahaan asing, gencarnya promosi yang dilakukan perusahaan asing dan kondisi perekonomian
yang tidak stabil.
b. Saran
1. Perusahaan harus mulai melakukan promosi tentang produk/jasa yang dihasilkan, agar konsumen
tidak hanya berasal dari pelanggan-pelanggan yang sudah ada tetapi juga dapat menarik
konsumen baru.
2. Mempertahankan kerjasama yang sudah terbangun dengan pihak asing (Pelanggan tetap) dan
memperbaiki sistem teknologi perkapalan dan Sumber Daya manusia (SDM) pada pekerja
perusahaan pelayaran.

Analisis Harga Pokok Produksi Dan Biaya Usaha

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Bagi setiap perusahaan yang bergerak di bidang industri, masalah perhitungan harga pokok
produksi sangat penting dalam menentukan harga jual. Pada umumnya tujuan akhir dari setiap perusahaan adalah untuk mencapai laba semaksimal mungkin, dan untuk memperoleh laba dengan maksimal perusahaan harus melaksanakan pemanfaatan sumber daya ada dengan efisien mungkin sesuai dengan prinsip-prinsp ekonomi.
Laba yang maksimum akan dapat dicapai apabila jumlah pendapatan lebih besar dari pada jumlah biaya yang dikorbankan pada aktivitas produksi, dengan demikian perlu dilakukan perhitungan terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan secara teliti agar perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam menentukan harga pokok penjualan sehingga perusahaan diharapkan tidak mengalami kerugian yang akhirnya mempengaruhi aktivitas perusahaan itu sendiri.
Dalam penentuan harga pokok produksi biaya dapat digolongkan berdasarkan hubungannya dengan produksi. Sehubungan dengan proses produksi maka biaya dapat dibedakan atas:
1. Biaya bahan langsung (direct material cost)
2. Biaya upah langsung (direct labour cost)
3. Biaya overhead pabrik (factory overhead cost).
Dengan adanya pengelompokkan atau penggolongan secara tepat biaya-biaya di atas akan memudahkan perhitungan dan pengumpulan serta sebagai alat untuk menilai efisiensi dan proses produksi. Ada beberapa pendapat yang mengemukakan harga pokok peroduksi antara lain sebagai berikut:
Harga pokok adalah jumlah pengeluaran dan beban yang diperkenankan, langsung atau tidak langsung untuk menghasilkan barang atau jasa di dalam kondisi dan tempat dimana barang tersebut dapat dipergunakan atau dijual. Dari keterangan diatas dapat diketahui bahwa harga pokok produksi adalah jumlah biaya yang dikorbankan baik secara langsung maupun tidak lansung dalam memproduksi suatu barang, hal ini dapat diartikan bahwa suatu perusahaan tidak akan memproduksi suatu barang apabila diperkirakan tidak memberikan keuntungan laba, atau keuntungan akan dapat diperoleh apabila harga pokok produksi lebih rendah dibandingkan dengan harga jual yang dilakukan oleh perushaan. Bukan hanya harga pokok produksi saja, tetapi ada juga beberapa faktor lain yakni yang mendukung perusahaan untuk dapat mencapai laba, Biaya usaha yang dikeluarkan oleh perusahaan yang merupakan kegiatan perusahaan selain kegiatan produksi dari perusahaan tersebut. Adapun beberapa pendapat yang mengemukakan pengertian biaya adalah antara lain:
Menurut Mulyadi (2005, hal 8) yang menyatakan pendapatnya bahwa: “Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomis, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.”


Menurut Sunarto (2003, hal 4) yang menyatakan pendapatnya bahwa:
“Biaya merupakan harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau dikonsumsi untuk memperoleh pendapatan.”
Dari defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat empat unsur dalam biaya antara lain yaitu :
1. Pengorbanan sumber ekonomis
2. Diukur dalam satuan uang
3. Telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi
4. Untuk mencapai tujuan tertentu
B. Identifikasi Masalah
C. Batasan Masalah Dan Rumusan Masalah
Batasan Masalah
D. Rumusan Massalah
E. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Tujuan Penelitian
1. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui penetapan harga pokok produksi
2. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui penetapan harga pokok penjualan
3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penetapan biaya usaha
4. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah harga pokok produksi
yang gunakan oleh perusahaan. serta biaya usaha yang dikeluarkan oleh perusahaan tepat
sesuai apa yang menjadi kebutuhan perusahaan tersebut
Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain:
1. Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam penetapan harga pokok produksi
2. Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam penetapan harga pokok penjualan
3. Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam penetapan biaya usaha
4. Sebagai bahan masukan dan perbandingan/referensi bagi peneliti yang relevan, dan
perbandingan atas teori-teori yang dipelajari dalam penelitian langsung

Geografis Pulu Raja

Kebun Pulu Raja terletak DiKecamatan Pulu Rakyat Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara. Secara geografis terletak 100 meter di atas permukaan laut di antara 02°, 45’ - 03°, 10’ LU dan 99°, 30’ - 99°, 45’, BT dengan Fofografi rata. Jarak Pulu Raja dari Kota kabupaten (Kisaran) ± 45 km dan jarak dari Ibukota Propinsi Sumatera Utara ( Medan ) ± 204 km.
Kependudukan masyarakat pulu raja berdominan kepada warga negara indonesia asli. Dengan berbagai macam adat istiadat yang beraneka ragam, dengan rata-rata warga penduduk masih bercocok tanam yang beraneka ragam tetapi lebih berdominan pada tanaman kelapa sawit.

Pulu raja tanah yang subur

Pulu raja adalah suatu wilayah dari bagian kesatuan kabupaten asahan yang terletak di daerah kepulauan sumatera utara yang tepatnya di propimsi sumatera utara.
Tanan yang subur dengan kekayaan alam yang berlimpah dalam sektor pertanian yang kini sangat pantas bila indonesia disebut dengan daerah dua musim yakni m,usim hujan dan musim panas. kekayaan pada sektor pertanian di pulu raja sangat membantu warga pulu raja tentunya. sektor cocok taman yang ada dipulu raja lebih berdominan pada tanaman kelapa sawit. dengan tanaman kelapa sawit ini masyarakat sangat terbantu dengan adanya kebun milik sendiri, namun tidak semua masyarakat memiliki kebun sehingga terdapat kesenjangan pada masyatakat yang ada, sehingga adanya perbedaan pendapatan yang jauh dari masyarakat yang memiliki perkebunan yang berpuluh puluh hektar lebarnya. dan tentunya dari perbedaan ini jelas terlihat adanya kurang pemerataan yang ada, dan masih banyak masyarakat yang kurang mampu yang masih terlihat... dilain sisi sektor pembangunan yang lamban sangat menjadi dilema pada masyarakat. tidak tau sampai kapan pulu raja akan menjadi sebuah kota yang tingkat pembagunan sangat mengacu pada moderenisasi.